Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa <div id="journalDescription"> <p> <img src="blob:https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/a79c579c-5f29-45a0-844a-28d67097b286" alt="" /></p> <p>Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu dengan ISSN Online <a href="http://u.lipi.go.id/1595311501" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">2723-3731</span></span></strong></a> dengan <span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><a href="https://drive.google.com/file/d/1smrjxdG7ukKUwFNUbr_WfDma0XZmQRHA/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>SK no. 0005.27233731/JI.3.1/SK.ISSN/2020.08</strong></a> - 4 Agustus 2020 (mulai edisi Juni 2020) </span></span>yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah mulai tahun 2020. Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu merupakan Jurnal Online Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah terbit setiap bulan<strong> Juni</strong> dan <strong>Desember</strong> yang menerbitkan artikel hasil penelitian mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen dan artikel yang berkaitan dengan penjaminan mutu</p> <p>Jawa Dwipa Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu saat ini telah terindeks <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=vGa1trcAAAAJ&amp;authuser=3&amp;scilu=&amp;scisig=AMD79ooAAAAAXvi4eUBLvI5DsU0gRW1AKl7zN0e2Lt81&amp;gmla=AJsN-F7J1GImtDAo43Ya6j6mk_SDl19nUNSbcG6pVqFmSw8LQ75mYKvluZnPdDMW2SNfo1oPhQ8qXnavCSodwHb1-deE99NOnRg9zSR5qIOa5HWX3C_-XYo&amp;sciund=3313391933155061368" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a></p> <p> </p> <p><strong>CALL FOR PAPER</strong></p> <table class="announcements" style="border: 0px none; border-spacing: 0px; font-size: 12.6px; width: 715px; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; background-color: #ffffff; height: 200px;"> <tbody> <tr class="intro" style="display: inline-block; background-color: #fff2db; border: 1px dotted orange; padding: 10px;"> <td class="intro" style="display: inline-block; background-color: #fff2db; border: 1px dotted orange; padding: 0.25em 0.5em;" colspan="2"> <p style="margin: 1em 0px;">Tim Redaksi <strong>Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu</strong> mengundang penulis untuk mengirimkan artikel di <strong><a href="https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/about/submissions" target="_blank" rel="noopener">SINI</a>.</strong><br /><strong>Jawa Dwipa : Penelitian dan Penjaminan Mutu</strong> diterbitkan dua kali setahun di bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong></p> <p style="margin: 1em 0px;">Jika sudah memiliki nama pengguna dan kata sandi untuk <strong>Jawa Dwipa : Penelitian dan Penjaminan Mutu </strong>silahkan <strong><a style="text-decoration: none; color: #a41597;" href="http://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/login" target="_blank" rel="noopener">LOGIN</a></strong></p> <p style="margin: 1em 0px;">Butuh nama pengguna dan kata sandi?<a style="text-decoration: none; color: #a41597;" href="http://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/user/register" target="_blank" rel="noopener"> <strong>KE REGISTRASI</strong></a></p> </td> </tr> </tbody> </table> </div> Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten en-US Jawa Dwipa 2723-3731 HUKUM KARMA PHALA DALAM CERITA SANTAPTAKA DAN PARA HANTU (GARUDA PURANA) https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/126 <p><em>The Law of Karma Phala is one of the fundamental teachings in Hinduism, emphasizing that every human action produces corresponding consequences, whether good or bad. This concept plays an important role in shaping moral and ethical values among Hindus. One medium for conveying the teachings of Karma Phala is found in mythological narratives contained in the Purana scriptures, particularly the Garuda Purana. This article aims to examine and analyze the concept of the Law of Karma Phala in the story of Santaptaka and the Ghosts through the perspective of Hindu literary (Susastra Hindu) studies. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach through a literature review of the Garuda Purana and supporting Hindu scriptures such as the Wrhaspati Tattwa, Slokantara, and Nitisastra. The findings indicate that the stories of Paryusita, Sucimukha, Sighraga, Rodhaka, and Lekhaka represent a clear application of the Law of Karma Phala, in which acts of Asubha Karma influenced by Tri Guna and Tri Mala result in their rebirth as preta (ghosts). Furthermore, the narrative emphasizes the importance of self-control, the cultivation of Sattwam, and moral awareness as fundamental principles in leading one’s life. Thus, the story of Santaptaka and the Ghosts is not merely mythological in nature but also contains moral and spiritual educational values that are relevant as behavioral guidelines for Hindus in daily life.</em></p> <p>&nbsp;</p> Ongen lehalima Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 1 12 10.54714/jd.v7i1.126 PEMETAAN SOCIO-ECONOMICS UMAT HINDU DI DESA MUTIHAN KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/128 <div><em><span lang="id">The economic conditions of Hindus in Klaten Regency are known to be generally poor, especially those living in remote rural areas. The main source of income for Hindus is usually farming, which is only enough to meet the basic needs of the family. This study aims to comprehensively map the socioeconomic conditions of Hindus in Mutihan Village. Specifically, this study seeks to determine the average household income and expenditure, identify the economic institutions that support the community, and explore the potential resources and expectations of the community regarding future economic empowerment programs. This study uses a mixed method approach that combines descriptive quantitative and qualitative methods. The findings show that the majority of Hindus in Mutihan Village are in the lower-middle income group. The livelihoods of the respondents vary greatly, ranging from pensioners, laborers, to village officials, but few of them work primarily in agriculture even though the area has agricultural potential. Demographically, the community's education level is dominated by elementary to high school graduates, with a limited number of college graduates. This mapping also identifies that some elderly residents are highly dependent on family support for their livelihood.</span></em></div> I Wayan Putu Sari Dwiasa Sambhawa Dharma I Wayan Tudy Subawa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 13 24 10.54714/jd.v7i1.128 KONTRIBUSI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 6 MATARAM https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/129 <p>Pembelajaran yang membosankran merupakan salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kontribbusi penerapan pendekatan pembelajaran <em>deep learning</em> terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri 6 Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Kuantitatif Asosiatif dan metode <em>Ex-Post Facto.</em> Data penelitian diperoleh melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berbantuan SPSS 25.0 dilakukan untuk melakukan analisis deskriptif dan analisis inferensial yang meliputi uji prasyarat yaitu normalitas dan uji linearitas dan uji hipotesis. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa Hindu kelas XII. Sampel yang digunakan yaitu kelas XII<sub>1</sub>-XII<sub>11</sub> sejumlah 113 siswa. Hasil analisis data: nilai mean (rata-rata) untuk penerapan <em>deep learning</em> yaitu 116,11 pada kategori baik pada rentangan nilai range grade 92,5-120,25. Sedangkan hasil analisis nilai mean motivasi belajar siswa yaitu 79,55 pada kategori baik dalam rentangan nilai range grade 62,5-81,25. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (&lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara <em>deep learning</em> dan motivasi belajar. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,575 menunjukkan hubungan yang kuat dan bersifat positif (searah). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa <em>deep learning</em> memiliki hubungan yang kuat dan searah dengan motivasi belajar.</p> I Ketut Dirga Wiratma Ni Wayan Rasmini Ida Bagus Kade Yoga Pramana Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 25 39 10.54714/jd.v7i1.129 FESTIVAL OGOH-OGOH: REPRESENTASI SENI DAN TRADISI MENYAMBUT NYEPI DI BALI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/130 <p>Kebudayaan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas sekaligus sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi. Salah satu bentuk implementasi kebudayaan yang masih lestari di Bali adalah tradisi ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya, sosial, dan religius dalam tradisi ogoh-ogoh, serta menganalisis peran generasi muda, perkembangan festival ogoh-ogoh di era modern, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh mengandung nilai religius sebagai simbol penetralisir unsur negatif (<em>bhuta kala</em>), nilai sosial melalui penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat, serta nilai estetika sebagai ekspresi seni rupa tradisional. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelaku, inovator, dan promotor budaya dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Dalam perkembangannya, festival ogoh-ogoh mengalami transformasi menjadi atraksi budaya yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tanpa menghilangkan esensi nilai tradisionalnya.</p> <p>Selain memberikan dampak positif berupa peningkatan kohesi sosial dan peluang ekonomi masyarakat, festival ogoh-ogoh juga menghadirkan tantangan, terutama terkait potensi komodifikasi budaya dan pergeseran nilai sakral menjadi profan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatannya dalam pembangunan.</p> <p>Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta penggerak dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Bali di era modern.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: Festival Ogoh-Ogoh, Seni dan tradisi, Nyepi , Bali</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari Ria Sari I Ketut Tanu Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 40 55 10.54714/jd.v7i1.130 TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN: INTEGRASI PLATFORM EDUCAPLAY DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI PASRAMAN SARASWATI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/136 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh urgensi transformasi digital dalam lembaga pendidikan keagamaan di Pasraman Saraswati. Pasraman Saraswati tengah mengalami penurunan aktivitas pembelajaran yang disebabkan oleh adanya tantangan digital yakni rendahnya literasi digital pendidik, keterbatasan infrastruktur, serta metode pembelajaran konvensional yang kurang relevan di era digital. Penelitian kualitatif studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem pendidikan di Pasraman Saraswati melalui integrasi platform <em>Educaplay</em> sebagai sarana dalam pengembangan karakter siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada pengelola, guru, serta siswa pasraman. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform <em>Educaplay</em> dengan fitur permainan <em>froggy jumps</em> berhasil menggeser pradigma pembelajaran dari konvensional menuju berbasis digital. Penggunaan teknologi terbukti efektif dalam memperkuat nilai-nilai karakter siswa, meningkatkan antusiasme dan kualitas pembelajaran di Pasraman Saraswati.</p> Nadya Ayu Amanda Dewi Ayu Wisnu Wardani Ni Luh Putu Wiardani Astuti Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 56 66 10.54714/jd.v7i1.136 PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI STRATEGI PENDIDIKAN INTERVENTIF DI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP MODERAT SISWA https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/138 <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan interventif sebagai strategi penguatan moderasi beragama serta peran sekolah dalam menumbuhkan sikap moderat siswa. Moderasi beragama menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat multikultural, terutama di tengah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme di lingkungan generasi muda. Pendidikan interventif dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan pembinaan karakter, penguatan nilai toleransi, serta pengembangan sikap inklusif melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis sebagai lembaga yang membentuk pola pikir, perilaku, dan karakter siswa agar mampu menghargai keberagaman serta hidup berdampingan secara damai.</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;">Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara terhadap guru dan siswa terkait implementasi moderasi beragama di sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai penerapan pendidikan interventif dalam lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan interventif efektif dalam menanamkan nilai toleransi, sikap dialogis, dan penghargaan terhadap perbedaan. Selain itu, budaya sekolah yang inklusif, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan yang moderat berkontribusi dalam membentuk sikap moderat siswa secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pendidikan interventif, moderasi beragama, sekolah, sikap moderat, toleransi.</p> Heny Perbowosari I Nyoman Kiriana Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 67 77 10.54714/jd.v7i1.138 PENGUATAN KARAKTER MODERASI BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 3 GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/139 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter moderasi beragama melalui pendidikan seni budaya di SMP Negeri 3 Gantiwarno Kabupaten Klaten. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, dan degradasi<br />karakter di kalangan generasi muda sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan seni budaya dipandang sebagai media yang efektif dalam membangun karakter moderasi karena mampu mengintegrasikan nilai estetika, empati, kreativitas, dan kebersamaan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru seni budaya, dan peserta didik SMP Negeri 3 Gantiwarno. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam memperkuat karakter moderasi beragama melalui kegiatan seni tari, musik, dan seni rupa yang menumbuhkan sikap toleransi, kerja sama, disiplin, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya maupun agama. Faktor pendukung penelitian ini meliputi lingkungan sekolah yang pluralis, dukungan guru, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan budaya sekolah yang harmonis. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, perbedaan latar belakang siswa, dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama. Strategi sekolah dilakukan melalui integrasi nilai moderasi dalam pembelajaran seni budaya, pembiasaan sikap toleransi, kegiatan kolaboratif, dan penguatan karakter melalui keteladanan guru. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya mampu menjadi media efektif dalam membangun karakter moderasi beragama pada peserta didik di jenjang sekolah menengah pertama.</p> Winarsih I Kadek Dwi Santika Agung Tri Nugroho Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 78 88 10.54714/jd.v7i1.139 NILAI TAT TWAM ASI SEBAGAI FONDASI MEMPERKUAT TOLERANSI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/146 <p>Pendidikan karakter merupakan salah satu fondasi utama dalam pembentukan kepribadian peserta didik, dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikultural. Tantangan sosial berupa menurunnya sensitivitas sosial di kalangan generasi muda menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek moral normatif, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual keagamaan. Dalam ajaran Hindu, salah satu nilai luhur yang memiliki relevansi kuat terhadap pembentukan karakter toleran adalah <em>Tat Twam Asi</em>, yang secara filosofis dimaknai sebagai kesadaran bahwa diri sendiri dan orang lain memiliki hakikat yang sama. Nilai ini menekankan pentingnya empati, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat sesama, serta kesadaran akan persaudaraan sebagai landasan kehidupan bersama. Toleransi merupakan sikap menghormati, menerima, dan menghargai keberagaman yang ada dalam masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama, suku, budaya, bahasa, maupun perbedaan pandangan, serta diwujudkan dalam kemampuan hidup berdampingan secara damai tanpa diskriminasi dan prasangka.</p> <p>Internalisasi nilai <em>Tat Twam Asi</em> dalam pendidikan karakter sebagai upaya untuk memperkuat sikap toleransi peserta didik menunjukkan bahwa nilai <em>Tat Twam Asi</em> memiliki kontribusi dalam membentuk karakter toleran melalui penguatan empati, kepedulian sosial, penghormatan terhadap keberagaman, dan kemampuan hidup berdampingan secara harmonis. Internalisasi nilai ini dapat dilakukan secara sistematis melalui integrasi dalam pembelajaran, keteladanan, pembiasaan dalam interaksi sosial, penciptaan budaya sekolah yang inklusif, serta kegiatan reflektif yang mendorong peserta didik memahami kesatuan hakikat kemanusiaan. Proses internalisasi yang berkelanjutan memungkinkan nilai <em>Tat Twam Asi</em> tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati secara afektif dan diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari. Nilai <em>Tat Twam Asi</em> memiliki relevansi strategis sebagai landasan pendidikan karakter berbasis nilai Hindu dalam membangun generasi yang toleran, humanis, dan berkepribadian luhur.</p> Titin Sutarti Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 89 97 10.54714/jd.v7i1.146 PROSESI UPACARA WALAGARA MASYARAKAT TENGGER DESA NGADIWONO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/150 <p>Latar belakang penelitian ini berangkat dari kuatnya komitmen masyarakat Tengger Desa Ngadiwono dalam mempertahankan adat, tradisi, dan budaya leluhur yang masih dilaksanakan secara berkelanjutan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang masih dijunjung tinggi adalah upacara Walagara sebagai bagian penting dalam siklus kehidupan sosial-keagamaan masyarakat setempat. Upacara Walagara merupakan bagian dari tradisi wiwaha Samskara masyarakat Tengger yang memiliki fungsi religius, social, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam prosesi, tujuan dan makna, serta nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam upacara Walagara di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena sosial, budaya, dan keagamaan yang berkembang dalam masyarakat Tengger, khususnya berkaitan dengan prosesi Upacara Walagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi upacara Walagara Putihan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: (a) suguhan kepada para leluhur yang dilaksanakan pada sore hari pertama, (b) rakatawang sebagai pembuka hubungan antara alam leluhur dan alam manusia, (c) nurunen, (d) temu manten, (e) walagara, (f) dedulit, (g) antrem-antrem, (h) kayopan agung, (i) gelang lawe, (j) nampeng, (k) mangsu, (l) bati/bakti, (m) persaitan, dan (n) mangsu sebagai tahap penutup upacara. Upacara Walagara memiliki tujuan sebagai sarana pembersihan secara sekala dan niskala, pengesahan ikatan perkawinan, serta pemberitahuan kepada Dhyang Banyu, leluhur, dan Rojo Kabuyutan bahwa pasangan pengantin telah resmi menjadi suami istri. Selain itu, upacara ini juga dimaknai sebagai upaya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Tengger. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam upacara Walagara meliputi nilai kebersamaan dan gotong royong, kesusilaan, harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, manusia, dan alam (Tri Hita Karana), nilai yadnya (pengorbanan suci), serta nilai tanggung jawab sosial dan spiritual. Dengan demikian, upacara Walagara tidak hanya memiliki makna ritual, tetapi juga mengandung nilai edukatif yang relevan dalam pembentukan karakter masyarakat.</p> Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa 2026-06-14 2026-06-14 7 1 98 109 10.54714/jd.v7i1.150