Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa <div id="journalDescription"> <p> <img src="blob:https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/a79c579c-5f29-45a0-844a-28d67097b286" alt="" /></p> <p>Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu dengan ISSN Online <a href="http://u.lipi.go.id/1595311501" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">2723-3731</span></span></strong></a> dengan <span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><a href="https://drive.google.com/file/d/1smrjxdG7ukKUwFNUbr_WfDma0XZmQRHA/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>SK no. 0005.27233731/JI.3.1/SK.ISSN/2020.08</strong></a> - 4 Agustus 2020 (mulai edisi Juni 2020) </span></span>yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah mulai tahun 2020. Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu merupakan Jurnal Online Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah terbit setiap bulan<strong> Juni</strong> dan <strong>Desember</strong> yang menerbitkan artikel hasil penelitian mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen dan artikel yang berkaitan dengan penjaminan mutu</p> <p>Jawa Dwipa Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu saat ini telah terindeks <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=vGa1trcAAAAJ&amp;authuser=3&amp;scilu=&amp;scisig=AMD79ooAAAAAXvi4eUBLvI5DsU0gRW1AKl7zN0e2Lt81&amp;gmla=AJsN-F7J1GImtDAo43Ya6j6mk_SDl19nUNSbcG6pVqFmSw8LQ75mYKvluZnPdDMW2SNfo1oPhQ8qXnavCSodwHb1-deE99NOnRg9zSR5qIOa5HWX3C_-XYo&amp;sciund=3313391933155061368" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a></p> <p> </p> <p><strong>CALL FOR PAPER</strong></p> <table class="announcements" style="border: 0px none; border-spacing: 0px; font-size: 12.6px; width: 715px; color: #333333; font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; background-color: #ffffff; height: 200px;"> <tbody> <tr class="intro" style="display: inline-block; background-color: #fff2db; border: 1px dotted orange; padding: 10px;"> <td class="intro" style="display: inline-block; background-color: #fff2db; border: 1px dotted orange; padding: 0.25em 0.5em;" colspan="2"> <p style="margin: 1em 0px;">Tim Redaksi <strong>Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu</strong> mengundang penulis untuk mengirimkan artikel di <strong><a href="https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/about/submissions" target="_blank" rel="noopener">SINI</a>.</strong><br /><strong>Jawa Dwipa : Penelitian dan Penjaminan Mutu</strong> diterbitkan dua kali setahun di bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong></p> <p style="margin: 1em 0px;">Jika sudah memiliki nama pengguna dan kata sandi untuk <strong>Jawa Dwipa : Penelitian dan Penjaminan Mutu </strong>silahkan <strong><a style="text-decoration: none; color: #a41597;" href="http://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/login" target="_blank" rel="noopener">LOGIN</a></strong></p> <p style="margin: 1em 0px;">Butuh nama pengguna dan kata sandi?<a style="text-decoration: none; color: #a41597;" href="http://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/user/register" target="_blank" rel="noopener"> <strong>KE REGISTRASI</strong></a></p> </td> </tr> </tbody> </table> </div> en-US dewidanendra3@gmail.com (Dewi Ayu Wisnu Wardani) gundul721@gmail.com (Agus Siswanto) Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 H HUKUM KARMA PHALA DALAM CERITA SANTAPTAKA DAN PARA HANTU (GARUDA PURANA) https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/126 <p>Hukum Karma Phala merupakan salah satu ajaran fundamental dalam agama Hindu yang<br>menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia akan menghasilkan akibat yang sepadan, baik<br>maupun buruk. Konsep ini memiliki peran penting dalam pembentukan moral dan etika umat<br>Hindu. Salah satu media penyampaian ajaran Karma Phala terdapat dalam kisah-kisah mitologis<br>yang termuat dalam kitab Purana, khususnya Garuda Purana. Artikel ini bertujuan untuk<br>mengkaji dan menganalisis konsep Hukum Karma Phala dalam cerita Santaptaka dan Para Hantu<br>dengan pendekatan kajian Susastra Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode<br>kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap teks Garuda</p> <p>Purana serta susastra Hindu pendukung seperti Wrhaspati Tattwa, Slokantara, dan Nitisastra.<br>Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Paryusita, Sucimukha, Sighraga, Rodhaka, dan Lekhaka<br>merupakan representasi nyata dari penerapan hukum Karma Phala, di mana perbuatan Asubha<br>Karma yang dipengaruhi oleh Tri Guna dan Tri Mala menyebabkan mereka menjelma menjadi<br>preta (hantu). Selain itu, cerita ini menegaskan pentingnya pengendalian diri, penguatan sifat<br>Sattwam, serta kesadaran moral sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan. Dengan<br>demikian, cerita Santaptaka dan Para Hantu tidak hanya bersifat mitologis, tetapi juga<br>mengandung nilai pendidikan moral dan spiritual yang relevan sebagai pedoman perilaku umat<br>Hindu dalam kehidupan sehari-hari.<br><br></p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/126 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 NILAI TAT TWAM ASI SEBAGAI FONDASI MEMPERKUAT TOLERANSI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/133 <p>Pendidikan karakter merupakan salah satu fondasi utama dalam pembentukan kepribadian peserta didik, dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikultural. Tantangan sosial berupa menurunnya sensitivitas sosial di kalangan generasi muda menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek moral normatif, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual keagamaan. Dalam ajaran Hindu, salah satu nilai luhur yang memiliki relevansi kuat terhadap pembentukan karakter toleran adalah Tat Twam Asi, yang secara filosofis dimaknai sebagai kesadaran bahwa diri sendiri dan orang lain memiliki hakikat yang sama. Nilai ini menekankan pentingnya empati, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat sesama, serta kesadaran akan persaudaraan sebagai landasan kehidupan bersama. Toleransi merupakan sikap menghormati, menerima, dan menghargai keberagaman yang ada dalam masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama, suku, budaya, bahasa, maupun perbedaan pandangan, serta diwujudkan dalam kemampuan hidup berdampingan secara damai tanpa diskriminasi dan prasangka.<br>Internalisasi nilai Tat Twam Asi dalam pendidikan karakter sebagai upaya untuk memperkuat sikap toleransi peserta didik menunjukkan bahwa nilai Tat Twam Asi memiliki kontribusi dalam membentuk karakter toleran melalui penguatan empati, kepedulian sosial, penghormatan terhadap keberagaman, dan kemampuan hidup berdampingan secara harmonis. Internalisasi nilai ini dapat dilakukan secara sistematis melalui integrasi dalam pembelajaran, keteladanan, pembiasaan dalam interaksi sosial, penciptaan budaya sekolah yang inklusif, serta kegiatan reflektif yang mendorong peserta didik memahami kesatuan hakikat kemanusiaan. Proses internalisasi yang berkelanjutan memungkinkan nilai Tat Twam Asi tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati secara afektif dan diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari. Nilai Tat Twam Asi memiliki relevansi strategis sebagai landasan pendidikan karakter berbasis nilai Hindu dalam membangun generasi yang toleran, humanis, dan berkepribadian luhur</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/133 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 P PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI STRATEGI PENDIDIKAN INTERVENTIF DI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP MODERAT SISWA https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/131 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan interventif sebagai strategi<br>penguatan moderasi beragama serta peran sekolah dalam menumbuhkan sikap moderat siswa.<br>Moderasi beragama menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat<br>multikultural, terutama di tengah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme di<br>lingkungan generasi muda. Pendidikan interventif dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang<br>menekankan pembinaan karakter, penguatan nilai toleransi, serta pengembangan sikap inklusif<br>melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan interventif sebagai strategi<br>penguatan moderasi beragama serta peran sekolah dalam menumbuhkan sikap moderat siswa.<br>Moderasi beragama menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat<br>multikultural, terutama di tengah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme di<br>lingkungan generasi muda. Pendidikan interventif dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang<br>menekankan pembinaan karakter, penguatan nilai toleransi, serta pengembangan sikap inklusif<br>melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran stra</p> Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/131 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 F FESTIVAL OGOH-OGOH: REPRESENTASI SENI DAN TRADISI MENYAMBUT NYEPI DI BALI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/129 <p>Kebudayaan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas sekaligus sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi. Salah satu bentuk implementasi kebudayaan yang masih lestari di Bali adalah tradisi ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya, sosial, dan religius dalam tradisi ogoh-ogoh, serta menganalisis peran generasi muda, perkembangan festival ogoh-ogoh di era modern, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh mengandung nilai religius sebagai simbol penetralisir unsur negatif (bhuta kala), nilai sosial melalui penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat, serta nilai estetika sebagai ekspresi seni rupa tradisional. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelaku, inovator, dan promotor budaya dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Dalam perkembangannya, festival ogoh-ogoh mengalami transformasi menjadi atraksi budaya yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tanpa menghilangkan esensi nilai tradisionalnya.<br>Selain memberikan dampak positif berupa peningkatan kohesi sosial dan peluang ekonomi masyarakat, festival ogoh-ogoh juga menghadirkan tantangan, terutama terkait potensi komodifikasi budaya dan pergeseran nilai sakral menjadi profan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatannya dalam pembangunan.<br>Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta penggerak dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Bali di era modern</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/129 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 P PEMETAAN SOCIO-ECONOMICS UMAT HINDU DI DESA MUTIHAN KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/127 <p>Kondisi ekonomi Umat Hindu di Kabupaten Klaten diketahui rata-rata berada pada taraf<br>memprihatinkan terutama yang berdomisili di daerah pelosok pedesaan. Sumber penghasilan<br>utama umat bisanya berasal dari pekerjaan bertani, yang tentunya dari hasil bertani tersebut<br>hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sekeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk<br>memetakan kondisi sosial ekonomi umat Hindu di Desa Mutihan secara komprehensif. Secara<br>spesifik, penelitian ini berusaha untuk mengetahui rata-rata pendapatan dan pengeluaran rumah<br>tangga, mengidentifikasi lembaga ekonomi yang menjadi sandaran umat, serta menggali potensi<br>sumber daya dan harapan masyarakat terkait program pemberdayaan ekonomi di masa depan.<br>Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mix method) yang menggabungkan<br>kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umat<br>Hindu di Desa Mutihan berada pada kelompok penghasilan menengah ke bawah. Struktur ma pencaharian responden sangat bervariatif, mulai dari pensiunan, buruh, hingga perangkat desa,<br>namun minim yang menjadikan sektor pertanian sebagai pekerjaan utama meskipun wilayah<br>tersebut memiliki potensi agraris. Dari sisi demografi, tingkat pendidikan masyarakat didominasi<br>oleh lulusan sekolah dasar hingga menengah, dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang masih<br>terbatas. Pemetaan ini juga mengidentifikasi bahwa beberapa warga lanjut usia sangat<br>bergantung secara ekonomi pada dukungan keluarg</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/127 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 PROSESI UPACARA WALAGARA MASYARAKAT TENGGER DESA NGADIWONO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/134 <p>Latar belakang penelitian ini berangkat dari kuatnya komitmen masyarakat Tengger Desa<br>Ngadiwono dalam mempertahankan adat, tradisi, dan budaya leluhur yang masih dilaksanakan<br>secara berkelanjutan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang masih dijunjung tinggi adalah<br>upacara Walagara sebagai bagian penting dalam siklus kehidupan sosial-keagamaan masyarakat<br>setempat. Upacara Walagara merupakan bagian dari tradisi wiwaha Samskara masyarakat<br>Tengger yang memiliki fungsi religius, social, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk<br>mengkaji secara mendalam prosesi, tujuan dan makna, serta nilai-nilai pendidikan Agama Hindu<br>yang terkandung dalam upacara Walagara di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten<br>Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi.<br>Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam<br>fenomena sosial, budaya, dan keagamaan yang berkembang dalam masyarakat Tengger,<br>khususnya berkaitan dengan prosesi Upacara Walagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa<br>prosesi upacara Walagara Putihan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: (a) suguhan kepada para<br>leluhur yang dilaksanakan pada sore hari pertama, (b) rakatawang sebagai pembuka hubungan<br>antara alam leluhur dan alam manusia, (c) nurunen, (d) temu manten, (e) walagara, (f) dedulit,<br>(g) antrem-antrem, (h) kayopan agung, (i) gelang lawe, (j) nampeng, (k) mangsu, (l) bati/bakti,<br>(m) persaitan, dan (n) mangsu sebagai tahap penutup upacara. Upacara Walagara memiliki tujuan<br>sebagai sarana pembersihan secara sekala dan niskala, pengesahan ikatan perkawinan, serta<br>pemberitahuan kepada Dhyang Banyu, leluhur, dan Rojo Kabuyutan bahwa pasangan pengantin<br>telah resmi menjadi suami istri. Selain itu, upacara ini juga dimaknai sebagai upaya menjaga<br>keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Tengger.<br>Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam upacara Walagara meliputi nilai<br>kebersamaan dan gotong royong, kesusilaan, harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan,<br>manusia, dan alam (Tri Hita Karana), nilai yadnya (pengorbanan suci), serta nilai tanggung jawab<br>sosial dan spiritual. Dengan demikian, upacara Walagara tidak hanya memiliki makna ritual,<br>tetapi juga mengandung nilai edukatif yang relevan dalam pembentukan karakter masyarakat</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/134 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 P PENGUATAN KARAKTER MODERASI BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 3 GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/132 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter moderasi beragama melalui<br>pendidikan seni budaya di SMP Negeri 3 Gantiwarno Kabupaten Klaten. Latar belakang<br>penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, dan degradasi<br>karakter di kalangan generasi muda sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu</p> <p>menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan<br>seni budaya dipandang sebagai media yang efektif dalam membangun karakter moderasi karena<br>mampu mengintegrasikan nilai estetika, empati, kreativitas, dan kebersamaan dalam proses<br>pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik<br>pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi<br>kepala sekolah, guru seni budaya, dan peserta didik SMP Negeri 3 Gantiwarno. Analisis data<br>dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam memperkuat<br>karakter moderasi beragama melalui kegiatan seni tari, musik, dan seni rupa yang menumbuhkan<br>sikap toleransi, kerja sama, disiplin, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya<br>maupun agama. Faktor pendukung penelitian ini meliputi lingkungan sekolah yang pluralis,<br>dukungan guru, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan budaya sekolah<br>yang harmonis. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, perbedaan latar<br>belakang siswa, dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama.<br>Strategi sekolah dilakukan melalui integrasi nilai moderasi dalam pembelajaran seni budaya,<br>pembiasaan sikap toleransi, kegiatan kolaboratif, dan penguatan karakter melalui keteladanan<br>guru. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya mampu menjadi media<br>efektif dalam membangun karakter moderasi beragama pada peserta didik di jenjang sekolah<br>menengah pertama.</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/132 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN: INTEGRASI PLATFORM EDUCAPLAY DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI PASRAMAN SARASWATI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/130 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh urgensi transformasi digital dalam lembaga pendidikan<br>keagamaan di Pasraman Saraswati. Pasraman Saraswati tengah mengalami penurunan aktivitas<br>pembelajaran yang disebabkan oleh adanya tantangan digital yakni rendahnya literasi digital<br>pendidik, keterbatasan infrastruktur, serta metode pembelajaran konvensional yang kurang<br>relevan di era digital. Penelitian kualitatif studi kasus ini dilakukan dengan tujuan untuk<br>mengembangkan sistem pendidikan di Pasraman Saraswati melalui integrasi platform<br>Educaplay sebagai sarana dalam pengembangan karakter siswa. Pengumpulan data dilakukan<br>melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada pengelola, guru, serta siswa<br>pasraman. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan<br>kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform Educaplay dengan fitur<br>permainan froggy jumps berhasil menggeser pradigma pembelajaran dari konvensional menuju<br>berbasis digital. Penggunaan teknologi terbukti efektif dalam memperkuat nilai-nilai karakter<br>siswa, meningkatkan antusiasme dan kualitas pembelajaran di Pasraman Saraswati.<br><br></p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/130 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 K KONTRIBUSI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 6 MATARAM https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/128 <p>Pembelajaran yang membosankran merupakan salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar<br>siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kontribbusi penerapan pendekatan<br>pembelajaran deep learning terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan<br>Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri 6 Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan<br>pendekatan Kuantitatif Asosiatif dan metode Ex-Post Facto. Data penelitian diperoleh melalui<br>angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berbantuan SPSS 25.0 dilakukan untuk<br>melakukan analisis deskriptif dan analisis inferensial yang meliputi uji prasyarat yaitu normalitas<br>dan uji linearitas dan uji hipotesis. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa Hindu kelas XII</p> <p>Sampel yang digunakan yaitu kelas XII1-XII11 sejumlah 113 siswa. Hasil analisis data: nilai mean<br>(rata-rata) untuk penerapan deep learning yaitu 116,11 pada kategori baik pada rentangan nilai<br>range grade 92,5-120,25. Sedangkan hasil analisis nilai mean motivasi belajar siswa yaitu 79,55<br>pada kategori baik dalam rentangan nilai range grade 62,5-81,25. Hasil uji Spearman Rank<br>menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (&lt; 0,05), yang berarti terdapat<br>hubungan signifikan antara deep learning dan motivasi belajar. Nilai koefisien korelasi sebesar<br>0,575 menunjukkan hubungan yang kuat dan bersifat positif (searah). Dengan demikian, Ho<br>ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa deep learning memiliki hubungan<br>yang kuat dan searah dengan motivasi belajar.</p> adminjawadwipa adminjawadwipa Copyright (c) 2026 Jawa Dwipa https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/JawaDwipa/index.php/jawadwipa/article/view/128 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000