Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara <p>Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu dengan ISSN Online <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1565596715&amp;9751&amp;&amp;"><strong><span style="text-decoration: underline;">2685-9832</span></strong></a> dan cetak <a href="http://u.lipi.go.id/1236945616" target="_blank" rel="noopener"><strong>2085-272X</strong></a> yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten merupakan Jurnal Sosial, Budaya dan Agama Hindu. Terbit dua kali setahun setiap bulan Maret dan September. <span class="tlid-translation translation" lang="id"><span class="" title="">Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian atau pemikiran tentang studi agama dan studi Sosial dan Budaya menggunakan perspektif interdisipliner, terutama dalam studi agama Hindu dan sumber pengajaran terkait: studi agama, pemikiran Hindu, filsafat Hindu, studi pendidikan agama Hindu, studi penerangan agama dan kajian budaya</span></span></p> en-US <p>Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.</p> <p>Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:</p> <p>1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;<br>2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;<br>3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.</p> <p>STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.</p> inyomansantiawan@gmail.com (I Nyoman Santiawan) sthdjawatengah@gmail.com (Gatot Wibowo) Wed, 30 Sep 2026 16:38:01 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STRATEGI PEMBELAJARAN AGAMA HINDU https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/376 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui pendekatan studi literatur. Fokus kajian meliputi keaktifan siswa, motivasi belajar, interaksi pembelajaran, pemahaman materi, dan kerja sama kelompok. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, dan buku relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sintesis dan interpretasi terhadap temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang aktif, interaktif, dan kontekstual berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Strategi tersebut mampu mendorong keterlibatan siswa, memperkuat motivasi belajar, meningkatkan interaksi yang bermakna, serta memperdalam pemahaman materi. Selain itu, strategi pembelajaran kooperatif juga berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan kerja sama dan nilai-nilai sosial-spiritual siswa. Namun demikian, efektivitas strategi pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian dengan karakteristik peserta didik, kompetensi guru, serta dukungan lingkungan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Hindu secara holistik</p> Tiara Siska, Putu Wisnu Saputra, Sonia, I Wayan Satria Darma Putra, Resmeliah, Temi Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/376 Wed, 30 Sep 2026 15:47:31 +0000 POLA PENDAMPINGAN PSIKOSOIAL DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK ASUH DI YAYASAN YAPINDU JAKARTA https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/379 <p>Kehilangan orang tua bagi anak yatim piatu berimplikasi pada hilangnya ekosistem pendukung utama dalam perkembangan dan proses belajar. Yayasan Yatim Piatu Anatha Nusantara (YAPINDU) Jakarta hadir sebagai lingkungan pengganti dengan karakteristik unik, yakni menerapkan sistem asuhan tersebar (non-asrama), di mana anak asuh tinggal terpisah di berbagai wilayah metropolitan Jakarta. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pendampingan psikososial yang diberikan, manfaatnya terhadap motivasi belajar anak asuh jenjang SMP, serta tantangan lokasi anak asuhnya yang tersebar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (luring dengan pengurus, daring dengan anak asuh), observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YAPINDU menerapkan tiga pilar pendampingan terintegrasi: pengondisian lingkungan yang hangat, adanya penghargaan dan konsekuensi logis, serta metode pendampingan belajar aktif. Pendampingan ini terbukti mentransformasi motivasi ekstrinsik menjadi motivasi belajar intrinsik, membangun kedisiplinan otomatis, dan meningkatkan kepercayaan diri akademik anak asuh melalui optimalisasi kelompok sebaya (peer group). Meskipun terkendala keterbatasan kontrol fisik harian, sistem asuhan tersebar ini justru secara tidak langsung melatih ketahanan mental (resilience) dan kemandirian anak asuh dalam menghadapi dinamika sosial di luar yayasan.<br><br></p> Rudi_ Setiawan_, riski pramirtha, ni nyoman sudiani Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/379 Wed, 30 Sep 2026 15:52:52 +0000 KONTRIBUSI SERAT WULANGREH TERHADAP PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/380 <p>Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian manusia yang berlandaskan nilai moral, spiritual, dan sosial. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang memunculkan berbagai persoalan seperti menurunnya etika, intoleransi, dan rendahnya kepedulian sosial, diperlukan sumber-sumber pendidikan karakter yang relevan dan kontekstual. Salah satu sumber tersebut adalah <em>Serat Wulangreh</em> karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV yang memuat berbagai ajaran moral dan etika kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi <em>Serat Wulangreh</em> terhadap penguatan pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai karakter yang termuat dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018.</p> <p>Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui analisis isi terhadap teks <em>Serat Wulangreh</em> serta berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan mengkaji makna ajaran dalam setiap pupuh dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Serat Wulangreh</em> mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut selaras dengan tujuan penguatan pendidikan karakter dan tetap relevan sebagai pedoman etis dalam membentuk generasi yang beriman, berintegritas, bijaksana, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.</p> Toto Margiyono Dwijokangko Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/380 Wed, 30 Sep 2026 15:58:05 +0000 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI NITISASTRA DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNIVERSITAS HINDU NEGERI I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/381 <p>This study aims to analyze the implementation of Nitisastra values in fostering organizational solidarity within the Hindu Religious Education Student Association (HMPS) of UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The informants consisted of administrators and members actively involved in organizational activities. The findings reveal that the Nitisastra values implemented within the organization include compassion, wisdom, responsibility, harmonious communication, and self-control. The value of compassion is reflected in a leadership style that emphasizes a family-oriented approach and concern for members’ well-being. Wisdom and self-control are demonstrated through the ability of organizational leaders to resolve conflicts through deliberation, maintain respectful communication, and regulate emotions when facing differences of opinion. Organizational solidarity is further strengthened through open communication, collaborative participation in organizational programs, and various informal activities that foster emotional closeness among members. The implementation of Nitisastra values has proven effective in creating harmonious relationships, enhancing members’ sense of belonging, and strengthening solidarity within student organizations. Therefore, Nitisastra can serve as an ethical and moral foundation for developing a harmonious, responsible, and dharma-based organizational culture.</p> Anggi Yudiantari Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/381 Wed, 30 Sep 2026 16:03:10 +0000 RELEVANSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ETIKA DALAM KITAB ISA UPANISAD https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/403 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan etika yang terkandung dalam <em>Kitab Isa Upanisad</em> sebagai landasan pembentukan karakter dan moral umat Hindu di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap <em>Kitab Isa Upanisad</em>, berbagai literatur pendukung, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan etika dalam perspektif Hindu. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan pendekatan hermeneutika untuk mengungkap makna nilai-nilai etika yang terkandung dalam setiap ajaran kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Kitab Isa Upanisad</em> memuat nilai-nilai pendidikan etika yang meliputi <strong>satya</strong> (kebenaran), <strong>dana</strong> (kemurahan hati), <strong>tapa</strong> atau pengendalian diri, <strong>ahimsa</strong> (tanpa kekerasan), dan <strong>prema</strong> (kasih sayang). Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang tinggi dalam membentuk karakter religius, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, serta kesadaran spiritual peserta didik dan masyarakat Hindu. Di tengah berbagai tantangan global, seperti krisis moral, individualisme, dan penyalahgunaan ilmu pengetahuan serta teknologi, ajaran etika dalam <em>Kitab Isa Upanisad</em> tetap menjadi pedoman yang kontekstual bagi penguatan pendidikan karakter. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai pendidikan etika yang terkandung dalam <em>Kitab Isa Upanisad</em> ke dalam proses pendidikan agama Hindu diharapkan mampu membentuk manusia yang berintegritas, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, serta Tuhan Yang Maha Esa.</p> Putu Budiadnya, Dewi Ayu Wisnu Wardani Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/403 Wed, 30 Sep 2026 16:17:07 +0000 INTEGRASI CATUR SEMBAH: MODEL KEPEMIMPINAN BERBASIS EKOTEOLOGI HINDU DALAM SERAT TAMBANG PRANA (Pupuh VII Sinom) https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/449 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep kepemimpinan dalam <em>Serat Tambang Prana</em> karya R.M. Ng. Wiryakusuma (1887 M) melalui pembacaan hermeneutika ekoteologis berbasis <em>Tri Hita Karana</em>. Di era digital saat ini, terjadi kesenjangan (<em>gap</em>) mendasar di mana kepemimpinan cenderung berorientasi teknokratis-transaksional, eksploitatif terhadap lingkungan, serta teralienasi dari kedalaman etis dan spiritual. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan filologi hermeneutik dan analisis komparatif-integratif untuk membedah teks Pupuh VII Sinom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran <em>Sembah Catur</em> (<em>sembah raga, cipta, jiwa,</em> dan <em>rasa</em>) dalam <em>Serat Tambang Prana</em> tidak sekadar merupakan laku mistik individual, melainkan bertransformasi menjadi model kepemimpinan holistik. Integrasi dengan <em>Tri Hita Karana</em> memetakan bahwa <em>sembah raga</em> mengejawantahkan disiplin tindakan dan keberlanjutan lingkungan (<em>palemahan</em>); <em>sembah cipta</em> dan <em>jiwa</em> melandasi empati sosial dan keadilan antar-manusia (<em>pawongan</em>); sedangkan <em>sembah rasa</em> menegaskan kesadaran transendental dan tanggung jawab moral kepada Tuhan (<em>parhyangan</em>). Kebaruan (<em>novelty</em>) penelitian ini terletak pada sintesis lintas-tradisi antara spiritualitas Jawa dan ekoteologi Hindu untuk menghasilkan <em>Kepemimpinan Ekoteologis</em>. Penelitian ini memberikan dampak praktis bagi pemimpin era digital agar tetap mengedepankan etika humanis dan kelestarian ekologis di tengah disrupsi teknologi.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Sulastri, Marsono Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/449 Wed, 30 Sep 2026 16:25:07 +0000 Strategi Pelestarian Upacara Adat Erpangir Ku Lau pada Masyarakat Hindu Karo dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata di Sumatera Utara https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/450 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi khas yang sarat akan nilai religius, sosial, dan ekologis adalah Upacara Adat Erpangir Ku Lau pada masyarakat Hindu Karo di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi, makna, nilai-nilai, serta merumuskan strategi pelestarian Upacara Adat Erpangir Ku Lau dalam mendukung pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci (tokoh agama, tokoh adat, pelaku ritual, dan generasi muda), serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Erpangir Ku Lau tidak hanya berfungsi sebagai ritual pembersihan diri dan permohonan keselamatan, tetapi juga merepresentasikan kearifan lokal yang memperkuat identitas keagamaan dan kebudayaan masyarakat Hindu Karo. Di tengah dinamika modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan berupa penurunan pemahaman generasi muda serta potensi komersialisasi pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian berbasis komunitas (<em>Community-Based Tourism</em>) yang mengintegrasikan aspek perlindungan nilai kesakralan, dokumentasi, pendidikan budaya, serta partisipasi aktif masyarakat agar tradisi tetap hidup (<em>living heritage</em>) sekaligus menjadi daya tarik pariwisata budaya yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Erpangir ku lau, masyarakat hindu karo, pelestarian budaya, pariwisata berkelanjutan</em></p> Komang Suwarsini Komamg Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/450 Wed, 30 Sep 2026 16:29:33 +0000 PEREMPUAN BERKARYA: ETOS KERJA SEBAGAI WUJUD KESETARAAN GENDER https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/399 <p>Perkembangan masyarakat modern telah mendorong meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, maupun politik. Meskipun demikian, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan berupa stereotip gender, diskriminasi dalam dunia kerja, serta ketimpangan kesempatan dalam memperoleh posisi strategis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya etos kerja perempuan sebagai salah satu wujud nyata implementasi kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia profesional. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait isu etos kerja dan kesetaraan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa etos kerja perempuan yang ditandai dengan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja keras, integritas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan keluarga, serta pembangunan sosial dan ekonomi. Etos kerja yang kuat juga menjadi sarana bagi perempuan untuk membuktikan kapasitas dan kompetensinya sehingga mampu memperoleh pengakuan yang setara dengan laki-laki dalam berbagai sektor pekerjaan. Selain itu, penguatan etos kerja perempuan berperan penting dalam mengurangi kesenjangan gender, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, etos kerja perempuan tidak hanya menjadi faktor penentu keberhasilan individu, tetapi juga merupakan manifestasi dari perjuangan mewujudkan kesetaraan gender dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkarya, berprestasi, dan berkontribusi secara optimal dalam pembangunan bangsa.</p> Titin Sutarti Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/399 Wed, 30 Sep 2026 16:37:41 +0000 TRANSFORMASI EKONOMI HINDU DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0: PELUANG DAN TANTANGAN https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/320 <p>Era Revolusi Industri 5.0 ditandai oleh integrasi teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data, dalam proses produksi dan layanan. Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh ekonomi Hindu dalam konteks tersebut. Penelitian kualitatif ini mengadopsi pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan para ahli serta observasi partisipatif di komunitas Hindu. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dan tema dari data yang terkumpul. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan ekonomi Hindu yang berkelanjutan. Peluang signifikan muncul dalam inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, kurangnya keterampilan, dan resistensi terhadap perubahan perlu diatasi untuk memastikan transformasi yang sukses dan inklusif bagi masyarakat Hindu.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: Ekonomi Hindu; Revolusi Industri 5.0; Peluang&nbsp;dan&nbsp;Tantangan</p> Ketut Irawan Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/320 Wed, 30 Sep 2026 16:47:47 +0000 Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Dharma dalam Pūrva Mīmāṃsā dan Relevansinya dengan Keagamaan Hindu di Indonesia https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/332 <p>Filsafat Pūrva Mīmāṃsā yang digagas oleh Maharṣi Jaimini menempatkan <em>Dharma</em> sebagai inti kehidupan religius dan moral manusia. Kajian ini bertujuan untuk memahami <em>Dharma</em> dari tiga dimensi utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta menelusuri relevansinya dengan kehidupan keagamaan Hindu di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan telaah pustaka terhadap sumber-sumber klasik seperti Veda dan komentar Mīmāṃsā, serta interpretasi konseptual terhadap nilai-nilai etika Hindu. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis, <em>Dharma</em> merupakan prinsip abadi yang menata tatanan jagat raya, secara epistemologis, pengetahuan tentang <em>Dharma</em> bersumber dari sabda suci Veda, dan secara aksiologis, pelaksanaan <em>Dharma</em> menekankan tindakan tanpa pamrih. Ketiga aspek ini mencerminkan pandangan integral tentang moralitas dan spiritualitas Hindu. Relevansinya di Indonesia tampak dalam praktik keagamaan yang berlandaskan kesucian, pengabdian, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Pūrva Mīmāṃsā memberikan landasan filosofis yang kuat bagi pembentukan etika religius umat Hindu dalam kehidupan modern.</p> Riantie Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/332 Wed, 30 Sep 2026 16:51:07 +0000 PEMBINAAN OLEH PHDI MELALUI METODE DHARMA TULA DALAM MENINGKATKAN SRADHA BHAKTI UMAT HINDU DI DESA SUKOREJO KECAMATAN BANGOREJO KABUPATEN BANYUWANGI https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/374 <p>Pembinaan umat Hindu di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian terpenting dalam membangun kehidupan masyarakat yang agamis. Proselitas, kemunduran kuantitas dan kualitas umat Hindu serta perilaku intoleran makin marak membuat perasaan menjadi cemas. Oleh sebab itu, pembinaan dalam bentuk <em>dharma tula</em> hadir sebagai angin segar atas perubahan yang makin besar.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan basis penggalian data seperti observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul kemudian divalidasi dengan teknik tri angulasi data, yang kemudian berlanjut pada tahap analisis data. Penelitian ini mengunakan 3 teori utama untuk membedah fenomena yaitu, teori dekonstruksi, teori peran, dan teori behavioristik.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terhadap data, peneliti mendapati temuan gambaran singkatnya; 1) bentuk pembinaan umat Hindu dengan metode <em>dharma tula </em>berupa kegiatan diskusi antara umat Hindu dengan pemateri <em>dharma tula</em>. 2) Fungsi pembinaan umat Hindu dengan metode <em>dharma tula </em>ditemukan 3 aspek, yaitu pembinaan sebagai bentuk edukasi, penguatan ajaran Agama Hindu, dan penguatan <em>sradha</em> <em>bhakti</em> umat Hindu di Desa Sukorejo. 3) Implikasi pembinaan umat Hindu melalui metode <em>dharma tula </em>ialah terjadinya penguatan <em>sradha bhakti </em>umat Hindu di Desa Sukorejo dalam aspek kognitif, afektif, dan praktik.</p> Eko Prastyo Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/374 Wed, 30 Sep 2026 16:53:18 +0000