PLATFORM TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PELESTARIAN TARI REJANG BERDASARKAN NILAI-NILAI TRI HITA KARANA
Abstract
Platform teknologi pendidikan merupakan salah satu inovasi pada bidang pendidikan yang dapat mengubah seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Platform teknologi dapat mengembangkan pengetahuan serta keterampilan dalam bidang pendidikan, sehingga proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Salah satu peran teknologi pendidikan yaitu pelestarian tari rejang. Tujuan penulisan adalah memberikan hasil analisis terkait dengan pemanfaatan platform teknologi pendidikan dalam bidang kesenian seperti tari tradisional rejang. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan jurnal ini ialah menggunakan jenis kualitatif. Hasil dan kesimpulan yang diambil melalui ialah Tri Hita Karana memiliki beberapa nilai yang dapat diterapkan dalamdunia pendidikan, misalnya karakter spiritualitas. Pada kegiatan pembelajaran, guru dapat memberikan arahan kepada peserta didik untuk memiliki hubungan yang harmonis bersama dengan lingkungan, sesama, dan Tuhan. Melalui ajaran parahyangan, pawongan, serta palemahan dengan menerapkan nilai-nilai THK akan menciptakan hubungan yang damai. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teknologi pendidikan seperti augmented reality, virtual reality, e-learning, maupun aplikasi mobile dapat memberikan keefektifan dan menarik minat belajar peserta didik. Melalui penerapan teknologi tersebut, peserta didik dapat belajar dimana saja dan kapan saja untuk meningkatkan kemampuan dalam belajar tari rejang.
References
Ambarwati, D., Wibowo, U. B., Arsyiadanti, H., & Susanti, S. (2022). Studi Literatur: Peran Inovasi Pendidikan pada Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 8(2), 173–184.
Astuti, N. L. P. W., Riyadi, A., & Nugroho, A. T. (2022). Tari Rejang Dewa Dalam Perspektif Tri Hita Karana Sebagai Media Penanaman Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Jawa Dwipa Jurnal Penelitian Dan Penjaminan Mutu, 3(2), 83–92.
Cholilah, M., Tatuwo, A. G. P., Komariah, & Rosdiana, S. P. (2023). Pengembangan Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Serta Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Abad 21. Sanskara Pendidikan Dan Pengajaran, 1(2), 56–67. https://doi.org/10.58812/spp.v1i02.110
Dikta. (2020). Pembelajaran Berorientasi Tri Hita Karana Sebagai Upaya Penguatan Kualitas Pendidikan Dasar pada Abad ke 21. Pendasi: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(1), 126–136.
Diyati, H., & Muhyadi, M. (2019). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Budaya Sekolah Di SDN Kwayuhan, Kecamatan Minggir, Sleman. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 2(1), 28–43. https://doi.org/10.21831/amp.v2i1.2407
Hakim, M. N., & Abidin, A. A. (2024). Platform Merdeka Mengajar: Integrasi Teknologi dalam Pendidikan Vokasi dan Pengembangan Guru. Kharisma: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 3(1), 68–82. https://doi.org/10.59373/kharisma.v3i1.47
Isti’ana, A. (2024). Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Islam. Indonesian Research Journal on Education, 4(1), 302–310. https://doi.org/10.31004/irje.v4i1.493
Jeremy, T., & Pangalo. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi: Studi Literatur Sebagai Evidence Based Promosi Kesehatan. Journal Promosi Kesehatan, 1(1), 1–6.
Listiani, W., Rustiyanti, S., Sari, F. D., & Peradhanta, I. B. G. S. (2019). Inovasi Seni Pertunjukan Lokal Dengan Teknologi Digital Augmented Reality. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, Dan Sosial Humaniora (SINTESA), 391–394. https://doi.org/10.36002/snts.v0i0.862
Luthfiyah, H. M., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2022). Upaya Pelestarian Kebudayaan Lokal Melalui Pembelajaran Berbasis Teknologi Di Sekolah Dasar. Journal of Society and Development, 2(2), 1–6. https://doi.org/10.57032/jsd.v2i2.169
Marjanto, D. K. (2020). Pengaruh Pendaftaran Tiga Genre Tari Bali dalam Daftar UNESCO. Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Oktariani, D. (2024). Multimedia Interaktif Sebagai Media Pembelajaran Tari Tradisional. Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia, 14(1), 14–29.
Putra, I. G. G., Haryati, N. M., Dewi, N. M. L. A., & Adipurwa, A. A. T. A. (2023). Pembelajaran Tari Rejang Dedari Dan Budaya Literasi Di Banjar Kajeng, Desa Pemogan, Denpasar Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 45–52.
Salsabila, H. U., Irna Sari, L., Lathif, K. H., Puji Lestari, A., & Ayuning, A. (2020). Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 17(2), 188–198. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v17i2.138
Salsabila, U. H., Fitriana, L. L., Tetuko, H., Santoso, D. U., & Al-Falah, A. H. (2022). Teknologi Pendidikan Sebagai Pintu Gerbang Pendidikan Islam Berkemajuan. Annizom, 7(3), 219. https://doi.org/10.29300/nz.v7i3.8864
Sari, N. K. S. P., & Wahyuni, N. K. H. S. (2024). Harmoni Teknologi Dan Tradisi Dalam Komunitas Melalui Filosofi Tri Hita Karana Pendidikan Berkelanjutan Dalam Pembelajaran Biologi Kontekstual. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 1–10.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Jakarta: Alfabeta.
Copyright (c) 2025 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




