KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOCIAL PEDAGOGY
Abstract
Kepedulian sosial merupakan nilai fundamental yang perlu dikembangkan dalam pendidikan guna membentuk generasi yang berkarakter, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Kepedulian sosial dalam perspektif social pedagogy sebagai pendekatan yang menekankan pada interaksi, pengalaman belajar, dan kontribusi nyata dalam komunitas. Dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman, kerja kelompok, diskusi reflektif, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial, social pedagogy dapat memperkuat nilai empati, solidaritas, dan toleransi. Kajian pustaka dan analisis teoretis menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga mendorong terbentuknya sikap peduli, inklusif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Penerapan social pedagogy dalam pendidikan diharapkan menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik sekaligus memperkuat tujuan pendidikan karakter. Integrasi social pedagogy membutuhkan dukungan dari guru, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai kepedulian sosial dapat terwujud secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas pihak akan memperkuat efektivitas implementasi dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif. Dengan dukungan ekosistem pendidikan yang sinergis, kepedulian sosial dapat berkembang menjadi budaya sekolah yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Dukungan ini akan memastikan bahwa nilai kepedulian sosial tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata yang konsisten di berbagai lini kehidupan. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui program sekolah berbasis pengabdian masyarakat, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sosial siswa, serta kemitraan dengan organisasi. Dengan adanya sinergi yang kuat antar unsur pendidikan, nilai kepedulian sosial akan lebih mudah diinternalisasi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian sosial dapat tumbuh menjadi karakter kolektif bangsa yang memperkuat persatuan dan ketahanan sosial.
References
Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Macmillan.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Herder and Herder.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
Zubaedi. (2017). Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Copyright (c) 2025 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




