P PEDAGOGI NIR-KEKERASAN DALAM PANDANGAN MOHANDAS KARAMCHAND GANDHI DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER
DOI:
https://doi.org/10.54714/jd.v6i2.138Keywords:
Pedagogi, Nir-Kekerasan, Mahatma Gandhi, KarakterAbstract
Penelitian ini mengkaji konsep pedagogi nir-kekerasan dalam pandangan Mohandas Karamchand
Gandhi dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Gandhi memandang pedagogi
nir-kekerasan sebagai landasan esensial dalam membangun individu yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi. Konsep ini menekankan pentingnya
pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, seperti kejujuran, keadilan,
dan empati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menganalisis
berbagai tulisan dan pemikiran Gandhi tentang pendidikan dan nir-kekerasan. Hasil dari penelitian
ini menunjukkan bahwa pemikiran Mohandas Karamchand Gandhi memiliki relevansi yang
mendalam terhadap pengembangan pendidikan karakter, terutama dalam konteks nilai-nilai moral
dan spiritual. Salah satu kontribusi utama Gandhi adalah konsep pedagogi nir-kekerasan atau ahimsa, yang menekankan penolakan terhadap kekerasan dalam segala bentuknya. Gandhi juga
mengajarkan konsep satyagraha, aparigraha, brahmacarya, asteya, dan swadesi yakni sebuah
konsep yang mengarahkan individu untuk selalu mengabdi pada kebenaran, kemudian menjadi
individu yang sederhana serta tidak terlalu mengejar kemewahan, selalu mengendalikan diri, tidak
mengambil hak milik orang lain, dan juga mengajarkan prinsip kemandirian.
References
Alappatt, F. (2005). Mahatma Gandhi: Prinsip Hidup, Pemikiran Politik dan Konsep Ekonomi.
Diterjemahkan oleh Siti Farida dari judul asli: Welfare in The Gandhinian Economics and in
The Welfare State. Bandung: Nusa Media.
Bose, N. K. (1968). Selection From Gandhi. Ahmedabad: Navajivan Publishing House.
Cenkner, W. (1976). The Hindu Personality in Education: Tagore, Gandhi, Aurobindo. New Delhi:
Manohar Book Service.
Cherruvallath, S. V. C. (1979). Gandhians Non-Violence Compared With The Non-Violence in The
Sermon On The Mounth. Coachin: Mar-Louis Memorial Press.
Cremers, A. (1994). Luther dan Gandhi: Telaah Psiko-Historis Erik H. Erikson. Flores: Penerbit
Nusa Indah.
Datta, M. D. (1953). The Philosophy of Gandhi. USA: University of Wincossin Press.
Djamal, M. (2016). Fenomena Kekerasan di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fischer, L. (1967). Gandhi: Penghidupan dan Pesannya untuk Dunia. Terjemahan Oesman
Effendi. Jakarta: PT Pembangunan.
Gandhi, M. (1965). Gandhi on Non-Violence. New York: Penguin Books New Directions
Publishing.
Gandhi, M. K. (1982). Gandhi Sebuah Otobiografi: Kisah Eksperimenku dalam Mencari
Kebenaran. Alih Bahasa Gedong Bagus Oka. Jakarta: Sinar Harapan.
Gandhi, M. K. (1988). Semua Manusia Bersaudara, Kehidupan dan Gagasan Mahatma Gandhi
Sebagaimana Diceritakan Sendiri. Terjemahan Kustiniyati Mochtar . Jakarta: Gramedia.
Humaeroh, S., Abdulatif, S., Winarti, & Windayana, H. (2021). Pedagogik Kritis dalam
Membangun Pendidikan Humanis. Aulad: Journal on Early Childhood , 4(3), 174–182.
Martono, N. (2012). Kekerasan Simbolik di Sekolah: Sebuah Ide Sosiologi Pendidikan Pierre
Bourdieu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. http://facebook.com/indonesiapustaka
Merton, T. (1992). Gandhi: Tentang Pantang Kekerasan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Prabhu, R. K., & Rao, U. R. (1945). The Mind of Mahatma Gandhi. London: Oxford University
Press.
Ramanamurti, W. (Ed). (1970). Gandhi: Essential Writings. New Delhi: Gandhi Peace Foundation.
Richards, G. (1985). The Philosophy of Gandhi: A Study of His Basic Ideas. London: Curzon Press
Ltd.
Rosmawati, T., Samsaifil, & Wally, I. H. (2021). Kekerasan Simbolik Verbal pada Lingkungan
Pendidikan di SMP Negeri 3 Baubau. JEC (Jurnal Edukasi Cendekia), 5(1), 9–16.
Siswadi, G. A. (2021). Relevansi Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara Terhadap Sistem
Pendidikan Hindu. JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama), 1(2), 150–159.
Siswadi, G. A. (2022a). Filsafat Nir-Kekerasan dalam Perspektif Mohandas Karamchand Gandhi
dan Relevansinya dalam Pencegahan Gerakan Radikalisme di Indonesia. Satya Widya: Jurnal
Studi Agama, 5(2), 48–65.
Siswadi, G. A. (2022b). Konsep Merdeka Belajar dalam Kurikulum Merdeka ditinjau dari
Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Penguatan
Karakter Pelajar Indonesia. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Siswadi, G. A. (2022c). Relasi Pendidik dengan Peserta Didik dalam Pandangan Paulo Freire
(1921-1997) (Suatu Telaah Filosofis sebagai Upaya Menghindari Praktik Kekerasan Simbolik
dalam Dunia Pendidikan). Sang Acharya: Jurnal Profesi Guru, 3(1), 86–100.
Siswadi, G. A. (2023a). Konsep Kebebasan dalam Pendidikan Perspektif Rabindranath Tagore dan
Relevansinya Bagi Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia. Padma Sari: Jurnal Ilmu
Pendidikan, 2(02), 97-108, 2(02), 97–108. https://doi.org/10.53977/ps.v2i01.809
Siswadi, G. A. (2023b). Merayakan Kemerdekaan dalam Belajar. Badung: Nilacakra.
Siswadi, G. A. (2023c). Ragam Persoalan Pendidikan di Indonesia dalam Tinjauan Kritis Filsafat
Pendidikan. Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 5(1), 20-36.
Siswadi, G. A. (2024). Sekolah Bukan Mesin Pencetak Manusia Pekerja. Kota Solok Sumatera
Barat: PT Mafy Media Literasi Indonesia.
Tendulkar, D. G. (1952). Mahatma: Life of Mohandas Karamchand Gandhi. Bombay: Vithalba K.
Jhaveri.
Unhitan, T. N. K. (1979). Gandhi Social Change. Ahmedabad: Navajivan Publishing House.
Wegig, W. (1986). Dimensi Etis Ajaran Gandhi. Yogyakarta: Kanisius.
Widyastuti, N. (2020). Praktik Kekerasan Simbolik dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Societas:
Jurnal Ilmu Administrasi & Sosial, 9(1), 2354–7693.

.png)



