PENGUATAN KARAKTER MODERASI BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 3 GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN
DOI:
https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.139Keywords:
moderasi beragama, pendidikan seni budaya, karakter, toleransi, sekolah menengah pertamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter moderasi beragama melalui pendidikan seni budaya di SMP Negeri 3 Gantiwarno Kabupaten Klaten. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, dan degradasi
karakter di kalangan generasi muda sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan seni budaya dipandang sebagai media yang efektif dalam membangun karakter moderasi karena mampu mengintegrasikan nilai estetika, empati, kreativitas, dan kebersamaan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru seni budaya, dan peserta didik SMP Negeri 3 Gantiwarno. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam memperkuat karakter moderasi beragama melalui kegiatan seni tari, musik, dan seni rupa yang menumbuhkan sikap toleransi, kerja sama, disiplin, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya maupun agama. Faktor pendukung penelitian ini meliputi lingkungan sekolah yang pluralis, dukungan guru, program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan budaya sekolah yang harmonis. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, perbedaan latar belakang siswa, dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama. Strategi sekolah dilakukan melalui integrasi nilai moderasi dalam pembelajaran seni budaya, pembiasaan sikap toleransi, kegiatan kolaboratif, dan penguatan karakter melalui keteladanan guru. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya mampu menjadi media efektif dalam membangun karakter moderasi beragama pada peserta didik di jenjang sekolah menengah pertama.
References
Arimbawa, I Komang Suastika. 2023. “Membangun Gerakan Moderasi Beragama Melalui Seni Pertunjukan.” Sphatika: Jurnal Teologi, 14(2).
Azahra, Salsabila. 2023. “Moderasi Beragama dalam Kehidupan Multikultural.” Jurnal Soshumdika.
Buchory, M., & Swadayani. 2014. Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.
Jurnal Jawa Dwipa Volume 7 Nomor 1 Juni 2026 10
Creswell, John W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lickona, Thomas. 2012. Character Matters. New York: Simon and Schuster.
Miles, Matthew B., & Huberman, A. Michael. 2014. Qualitative Data Analysis. California: Sage Publication.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurhakim. 2024. “Moderasi Beragama sebagai Solusi Konflik Sosial di Indonesia.” Jurnal Pendidikan dan Keagamaan.
Pradana, Y. 2018. “Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Multikultural.” Jurnal Pendidikan Seni.
Rahman. 2022. “Pendidikan sebagai Pewarisan Budaya.” Jurnal Pendidikan Nasional.
Ulfa, Novia dkk. 2023. “Peran Guru dalam Menanamkan Moderasi Beragama.” Transformation of Mandalika Journal.
Widaningsih. 2012. Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan. Bandung: Alfabeta.
Wurtiningsih, Woro. 2023. “Pendidikan Seni Budaya dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya.
Yulianto. 2020. Hakikat Pendidikan Seni dalam Pembentukan Karakter. Yogyakarta: UNY Press.
Published
Versions
- 2026-06-14 (2)
- 2026-06-14 (1)

.png)



