MAKNA MEPRANI DI DESA ADAT SEMPIDI DALAM AJARAN TATTWA HINDU
Abstract
Abstract
The Meprani Tradition is a religious tradition still practiced by the Sempidi community as part of a series of ceremonies at the Khayangan Tiga Temple. From the perspective of Tattwa Hindu teachings, this study examines the meaning of the Meprani Tradition. This research employed a qualitative, descriptive approach, employing observation, interviews with traditional leaders and figures, and literature review. The results indicate that the Meprani Tradition embodies the meaning of Sraddha and Bhakti, reflected in the community's sincerity in making offerings in the form of gebogan (a type of sacred offering) without the pressure of a large ceremonial offering. This tradition is also a way to carry out Dewa Yadnya (the offering of God). Meprani also reflects the application of the Tri Hita Karana concept, which is the harmonious relationship between humans, God, fellow humans, and nature. The involvement of all traditional communities across generations makes the Meprani Tradition a means of spiritual education and the ongoing transmission of religious values. Thus, this tradition serves not only as a cultural heritage but also as a reinforcement of Tattwa Hindu teachings in the lives of the Sempidi community.
Keywords: Meprani; Tattwa Hindu; Sempidi Traditional Village; Tri Hita Karana; Sraddha and Bhakti; Yadnya
References
Ariani, G. P. (2025). Integrasi Nilai tri Hita Karana dalam Pembelajaran Kontekstual agama Hindu melalui Pendekatan Holistik untuk Pengembangan spiritual, Sosial, Dan Ekologis Di Sekolah Dasar. Widya : Jurnal Ilmu Pendidikan , 351-360. Retrieved from https://doi.org/10.63577/wid.vi.199
Arianti, P. (2024). Ni;ai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Meaci Aci di Desa Adat Banyuning Kecamatan Bulelng, Kabupaten Buleleng. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 123-130. Retrieved from https;//jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/article/view/600
Dharnendri, L. Y. (2023). Tradisi Upacara Yadnya dalam Pelestarian Nilai-nilai Kearifan Lokal hindu Bali. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 390-394. Retrieved from https://jurnalistiqomah.org/index.php/merdeka/article/view/2418
Diantary, Y. (2021). Ritual Etika Hindu di Bali Menghadapi Masa Pandemi. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(1), 43-58. doi:https://doi.org/10.33363/swjsa.v4i1.633
Gede Subawa, I. B. (2024). Agama Hindu dan Budaya Bali: Warisan Luhur dalam Kehidupan Modern. Jayapangus PressKamaya: Jurnal Ilmu Agama , 7(4), 104-113. Retrieved from https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/kamaya/article/view/3805/1743
Gede Yoga , I. D. (2025). Banten: Sarana Upacara Yadnya Masyarakat Hindu Bali dalam Prespektif Perun=bahan Sosial budaya. Acintya: Jurnal Teologi, Filsafat, dan Studi Agama, 1(1), 127-137. Retrieved from https://e-journal.samsarainstitute.com/jtfsa/article/view/97/65
Kekurahan Sempidi. (n.d.). Peta dan Kondisi Wilayah. Retrieved from Kelurahan Sempidi Kabupaten Badung: https://kelurahansempidi.badungkab.go.id/peta-dan-kondisi-wilayah
Mustawan, M. D. (2022). IMPLEMENTASI TRI KERANGKA DASAR AGAMA HINDUGUNA MENINGKATKAN SRADDHA DAN BHAKTI PEMUDA HINDUDUSUN SILIRSARI, DESA KESILIR, KECAMATAN SILIRAGUNG, KABUPATEN BANYUWANGI. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 27(1), 105-116. Retrieved from https://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/182/116
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Retrieved from https://library.ardhindie.com/books/title/free-download-sugiyono-2021-metode-penelitian-kuantitatif-kualitatif-dan-rd-alfabeta-sugiyono-membahas-metode-penel itian-kuantitatif-kualitatif-dan-pengembangan-rd-termasuk-teknik-teknik-pengumpulan-data-dan-anal
Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




