Memahami Makna dan Tujuan Tradisi Nyedaang Duwe: Sebuah Studi Tentang Nilai -Nilai Spiritual dan Budaya di Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.

  • NI Putu RintyaNingsih Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Keywords: tradisi, budaya, bali, nyedaang duwe, tattwa

Abstract

Abstrak

Tradisi merupakan aspek krusial dalam identitas budaya masyarakat Bali. Bagi masyarakat Bali, tradisi tidak sekadar merupakan warisan leluhur, melainkan juga berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Saya menemukan sebuah tradisi yang sangat khas di Desa Tambakan, Buleleng, yaitu Nyedaang Duwe, sebuah tradisi yang dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat dan mencerminkan keyakinan mereka. Tradisi ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali pada Purnama Kasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan tujuan dari tradisi Nyedaang Duwe serta nilai-nilai spiritual, budaya, dan ajaran Tattwa yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap salah satu warga Desa Tambakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyedaang Duwe merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Tambakan. Pelaksanaan tradisi ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan niskala, ungkapan rasa syukur, serta upaya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kesakralan tradisi ini berasal dari berbagai mitos yang berkembang dalam masyarakat serta kuatnya keyakinan masyarakat Desa Tambakan. Dalam pelaksanaannya, media yang digunakan adalah sapi duwe yang dianggap suci serta upacara yadnya dengan banten (perlengkapan yadnya) yang lengkap. Pelaksanaan tradisi ini memperkuat nilai budaya dan kebersamaan yang dijaga oleh masyarakat Desa Tambakan demi melestarikan tradisi ini dari generasi ke generasi.

Kata kunci: tradisi nyedaang duwe, nilai spiritual, budaya

References

Ida, Putu, Arsani Dewi, Sekolah Tinggi, Agama Hindu, Negeri Mpu, and Kuturan Singaraja. 2023. “Widya Dana Moderasi Hindu Dalam Tri Kerangka Agama Hindu Di Bali.” Jurnal Penelitian Agama Dan Kebudayaan 1(1):91–100. https://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/widyadana.
Kusterer, C., R. Köhler, Thomas Zehl, A. Wolf, and M. Hofmann. 2018. “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.” 34th European Photovoltaic Solar Energy Conference and Exhibition 1:302–8.
Peni, Gelar Sumbogo, Made Riani, and Riwayat Jurnal. 2025. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hukum Hindu Melalui Ajaran Tat Twam Asi.” 15(2):55–71.
Subawa, Ida Bagus Gede. 2024. “Agama Hindu Dan Budaya Bali: Warisan Luhur Dalam Kehidupan Modern.” Kamaya: Jurnal Ilmu Agama 7(4):104–13. doi:10.37329/kamaya.v7i4.3805.
Sudarsana, I. Ketut, and Ni Luh Putu Liyana Andriyani. 2024. “Membentuk Karakter Dan Kesadaran Lingkungan Melalui Pendidikan Hindu: Tantangan Dan Upaya Pengembangan Di Era Globalisasi.” Jurnal Simki Pedagogia 7(1):228–42.
Teks, Sebagai, Etika Sosial, and Penegakan Dharma. 2022. “Luh Putu Sri Ariyani, Nengah Bawa Atmadja, Anantawikrama Tungga Atmadja Https://Ejournal.Iahntp.Ac.Id/Index.Php/Bawiayah p-ISSN 2089-6573 e-ISSN 2614-1744.” 13(2).
Tradisi, Filosofi, Nyedaang Duwe, D. I. Pura, Prajapati Desa, Tambakan Kecamatan, and Kubutambahan Kabupaten. 2025. “Vidya Darśan.” 6(2):137–46.
Published
2026-03-31
How to Cite
RintyaNingsih, N. P. (2026). Memahami Makna dan Tujuan Tradisi Nyedaang Duwe: Sebuah Studi Tentang Nilai -Nilai Spiritual dan Budaya di Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 31(1), 27-36. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v31i1.346
Section
Articles