Memahami Makna dan Tujuan Tradisi Nyedaang Duwe: Sebuah Studi Tentang Nilai -Nilai Spiritual dan Budaya di Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.
Abstract
Abstrak
Tradisi merupakan aspek krusial dalam identitas budaya masyarakat Bali. Bagi masyarakat Bali, tradisi tidak sekadar merupakan warisan leluhur, melainkan juga berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Saya menemukan sebuah tradisi yang sangat khas di Desa Tambakan, Buleleng, yaitu Nyedaang Duwe, sebuah tradisi yang dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat dan mencerminkan keyakinan mereka. Tradisi ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali pada Purnama Kasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan tujuan dari tradisi Nyedaang Duwe serta nilai-nilai spiritual, budaya, dan ajaran Tattwa yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap salah satu warga Desa Tambakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyedaang Duwe merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Tambakan. Pelaksanaan tradisi ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan niskala, ungkapan rasa syukur, serta upaya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kesakralan tradisi ini berasal dari berbagai mitos yang berkembang dalam masyarakat serta kuatnya keyakinan masyarakat Desa Tambakan. Dalam pelaksanaannya, media yang digunakan adalah sapi duwe yang dianggap suci serta upacara yadnya dengan banten (perlengkapan yadnya) yang lengkap. Pelaksanaan tradisi ini memperkuat nilai budaya dan kebersamaan yang dijaga oleh masyarakat Desa Tambakan demi melestarikan tradisi ini dari generasi ke generasi.
Kata kunci: tradisi nyedaang duwe, nilai spiritual, budaya
References
Kusterer, C., R. Köhler, Thomas Zehl, A. Wolf, and M. Hofmann. 2018. “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.” 34th European Photovoltaic Solar Energy Conference and Exhibition 1:302–8.
Peni, Gelar Sumbogo, Made Riani, and Riwayat Jurnal. 2025. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hukum Hindu Melalui Ajaran Tat Twam Asi.” 15(2):55–71.
Subawa, Ida Bagus Gede. 2024. “Agama Hindu Dan Budaya Bali: Warisan Luhur Dalam Kehidupan Modern.” Kamaya: Jurnal Ilmu Agama 7(4):104–13. doi:10.37329/kamaya.v7i4.3805.
Sudarsana, I. Ketut, and Ni Luh Putu Liyana Andriyani. 2024. “Membentuk Karakter Dan Kesadaran Lingkungan Melalui Pendidikan Hindu: Tantangan Dan Upaya Pengembangan Di Era Globalisasi.” Jurnal Simki Pedagogia 7(1):228–42.
Teks, Sebagai, Etika Sosial, and Penegakan Dharma. 2022. “Luh Putu Sri Ariyani, Nengah Bawa Atmadja, Anantawikrama Tungga Atmadja Https://Ejournal.Iahntp.Ac.Id/Index.Php/Bawiayah p-ISSN 2089-6573 e-ISSN 2614-1744.” 13(2).
Tradisi, Filosofi, Nyedaang Duwe, D. I. Pura, Prajapati Desa, Tambakan Kecamatan, and Kubutambahan Kabupaten. 2025. “Vidya Darśan.” 6(2):137–46.
Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




