Kepemimpinan Kultural Kepala Sekolah, Budaya Literasi Baca Tulis, Dan Pembelajaran Mendalam: Studi Etnografi Di Sekolah Dasar
Abstract
Penelitian etnografi ini mengkaji keterjalinan kepemimpinan kultural kepala sekolah, budaya literasi baca tulis sebagai praktik kultural sekolah, dan implementasi pembelajaran mendalam di SD Negeri Rejosari 1 Semarang. Fokus kajian diarahkan pada proses konstruksi makna literasi melalui praktik simbolik, relasi sosial, serta artefak institusional yang hidup dalam keseharian sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan etnografi untuk memetakan pola integratif budaya sekolah. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan kultural berfungsi sebagai penggerak makna melalui keteladanan dan kebijakan sistemik yang menempatkan literasi sebagai identitas institusional. Budaya literasi terlembagakan melalui ritual, pengondisian lingkungan literat, serta keterlibatan lintas aktor. Pembelajaran mendalam mengonkretkan nilai literasi dalam pedagogi berbasis proyek, refleksi, dialog argumentatif, dan produksi karya autentik lintas mata pelajaran. Keterjalinan ketiga pilar tersebut membentuk ekosistem literasi berkelanjutan yang memungkinkan transformasi pedagogis berlangsung sistemik dan tidak bergantung pada figur tunggal. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model sekolah literasi berkelanjutan berbasis kepemimpinan kultural dan pedagogi pembelajaran mendalam.
References
Aryani, W. D., & Purnomo, H. (2024). Gerakan literasi sekolah (GLS) dalam budaya membaca peserta didik sekolah dasar di Indonesia. MIND: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Budaya, 4(2), 47–68. https://doi.org/10.55266/jurnalmind.v4i2.407
Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2020). Transformational Leadership (3rd ed.). New York, NY: Psychology Press.
Fullan, M. (2019). The New Pedagogies for Deep Learning: A White Paper on the New Pedagogies. Deep Learning Global Initiative. https://www.michaelfullan.ca/wp-content/uploads/2019/11/New-Pedagogies-Deep-Learning-Whitepaper.pdf
Li, L. (2021). Principal instructional leadership and student deep learning: The mediating role of teacher professional learning. Educational Management Administration & Leadership, 49(5), 789–805. https://doi.org/10.1177/1741143220913558
Mullis, I. V. S., Martin, M. O., Foy, P., & Hooper, M. (2022). PIRLS 2021 international results in reading. TIMSS & PIRLS International Study Center, Boston College. https://timssandpirls.bc.edu/pirls2021/international-results/
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/19963777
Pratiwi, I. D. (2023). Diferensiasi instruksional di sekolah dasar: Hambatan dan strategi dalam konteks rendahnya kemampuan literasi awal. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 17(1), 15–25. http://dx.doi.org/10.26737/jpdi.v17i1.3852
Setiawan, B., & Maryani, E. (2023). Beban administratif vs kepemimpinan instruksional: Dilema kepala sekolah dasar di era digital. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 88–102. http://dx.doi.org/10.21009/jmp.v12i1.34527
Smith, J., & Robinson, K. (2022). Building a whole-school literacy culture: The role of leadership and collaborative practice. Literacy Research and Instruction, 61(3), 245–263. https://doi.org/10.1080/19388071.2021.2008556
Spradley, J. P. (2016). The Ethnographic Interview. Long Grove, IL: Waveland Press.
Sulisworo, D. et all. (2023). Analisis Penerapan Higher Order Thinking Skills dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7(3), 1456–1468. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i3.5518
Zhang, L. (2024). Principal instructional leadership and teacher innovative practices: The mediating role of professional learning communities. Educational Management Administration & Leadership, 52(1), 156–175. https://doi.org/10.1177/17411432231185432
Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




