SINERGI PERGURUAN TINGGI, GURU, DAN MASYARAKAT DALAM GERAKAN PENDIDIKAN CINTA LINGKUNGAN
Abstract
Krisis ekologi global merupakan ancaman multidimensional yang menuntut respons serius dari sektor pendidikan. Makalah ini untuk merumuskan model sinergi multipihak, perguruan tinggi, guru, dan masyarakat dalam gerakan pendidikan cinta lingkungan yang holistik dan berkelanjutan. Melalui pendekatan filosofis seperti deep ecology dan ekopedagogi, pendidikan lingkungan perlu mengubah paradigma dari antroposentris menjadi ekosentris, menekankan nilai intrinsik alam dan kesadaran ekologis kritis. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat keilmuan dan inovasi, guru sebagai pengintegrasi nilai ekologis dalam kurikulum dan budaya sekolah, serta masyarakat sebagai penyedia kearifan lokal dan laboratorium pembelajaran kontekstual. Sinergi ketiganya menciptakan ekosistem pendidikan yang memadukan ilmu, pedagogi, dan praktik lokal, sehingga mampu membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, etika, dan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan bumi
References
Fios, F. (2019). Menjadi Manusia Spiritual-Ekologis di Tengah Krisis Lingkungan- Sebuah Review. Jurnal Sosial Humaniora, 12(1). https://doi.org/10.12962/j24433527.v12i1.5066
Haward, A. S. (2022). Ekologi Integral: Alternatif dalam Krisis Lingkungan Hidup. MELINTAS, 37(2). https://doi.org/10.26593/mel.v37i2.6295
Masruroh, M. (2018). Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Dengan Pendidikan. Jurnal Geografi Gea, 18(2), 130-134.
Naziyah, S., Akhwani, A., Nafiah, N., & Hartatik, S. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3482-3489.
Ngabalin, M. (2020). Ekoteologi : Tinjauan Teologi Terhadap Keselamatan Lingkungan Hidup. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 1(2). https://doi.org/10.46348/car.v1i2.22
Purwanti, D. (2017). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Implementasinya. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik, 1(2).
Rezkita, S., & Wardani, K. (2018). Pengintegrasian Pendidikan Lingkungan Hidup Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-Sd-An, 4(2).
Rosmawati, T., Samsaifil, & Wally, I. H. (2021). Kekerasan Simbolik Verbal pada Lingkungan Pendidikan di SMP Negeri 3 Baubau. JEC (Jurnal Edukasi Cendekia), 5(1), 9–16.
Susanto, A. B. (2016). Pendidikan Penyadaran Paulo Freire. At-Ta’dib, 4(1), 81– 100
Copyright (c) 2026 Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke Widya Aksara sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak eksklusif untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Reproduksi bagian manapun dari jurnal ini, penyimpanannya dalam database dan pengirimannya oleh segala bentuk atau media, seperti salinan elektronik, elektrostatik dan mekanis, fotokopi, rekaman, media magnetik, dll., Hanya akan diizinkan dengan izin tertulis dari Widya Aksara. Namun, Penulis memiliki hak untuk yang berikut:
1. Duplikat semua atau sebagian dari materi yang diterbitkan untuk digunakan oleh penulis sendiri sebagai instruksi kelas atau materi presentasi verbal di berbagai forum;
2. Menggunakan kembali sebagian atau seluruh bahan sebagai kompilasi bahan untuk pekerjaan penulis;
3. Membuat salinan dari materi yang diterbitkan untuk didistribusikan di dalam institut tempat penulis bekerja.
STHD Klaten dan Widya Aksara melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam Widya Aksara adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.

.png)




