IMPLEMENTASI DHARMA GITA JAWA DALAM PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI JAWA DWIPA KLATEN JAWA TENGAH

  • Bibit Hariyadi
Keywords: Implementasi, Dharma Gita Jawa

Abstract

Dharma Gita merupakan nyanyian suci agama Hindu yang memiliki fungsi sebagai media ekspresi spiritual dan penyampaian nilai religius dan moral. Dalam konteks budaya Jawa, Dharma Gita berkembang melalui adaptasi dengan tradisi lokal seperti tembang macapat, kidung, dan pembacaan sloka bernada tembang. Seiring dengan perkembangan zaman, eksistensi kearifan lokal menghadapi beberapa tantangan, sehingga diperlukan upaya pelestarian melalui lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Dharma Gita Jawa pada mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten, Jawa Tengah.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali implementasi Dharma Gita Jawa dalam lingkungan akademik. Data diperoleh melalui kajian aktivitas keagamaan, kurikulum pembelajaran, serta kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan praktik Dharma Gita. Analisis dilakukan dengan menelaah peran Dharma Gita sebagai media pendidikan dan sarana pelestarian budaya lokal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Dharma Gita Jawa pada mahasiswa dilakukan melalui tiga bentuk utama, yaitu integrasi dalam kurikulum melalui mata kuliah Dharma Gita dan tembang, pengembangan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa seperti karawitan dan kidung, serta penerapan dalam kegiatan keagamaan melalui pembacaan sloka, pelantunan kidung, dan tembang macapat dalam persembahyangan. Implementasi tersebut berkontribusi dalam memperkuat religiusitas mahasiswa, menumbuhkan kesadaran budaya, serta mendorong pelestarian kearifan lokal Jawa di lingkungan perguruan tinggi Hindu

References

Abidin, Z., Sadat, A., & Basir, M. A. (2022). Peran unit kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di Universitas Muhamadiyah Buton. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 4(4), 256-260.
Adijaya, N., Riady, Y., Amir, M. N., Fatima, M. D., Kuswanti, E., & Karim, M. F. (2025). Peran Serta Perguruan Tinggi dalam Membantu Sekolah Melestarikan Kearifan Lokal. Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 79-93.
Erawati, N. M. P. (2024). Filsafat tari dalam kebudayaan Bali. Widyadari, 25(1), 173-182.
Netra, I. M. (2023). Rekonseptualisasi Istilah Desa Kala Patra sebagai Konteks Situasi dan Konteks Tradisi Untuk Mengikat Intensionalitas Meminta Sesuatu dalam Bahasa Bali. Aksara, 35(2), 286-297.
Nugraheni, T., & Pamungkas, J. (2022). Analisis pelaksanaan pembelajaran seni pada PAUD. Early Childhood Research Journal (ECRJ), 5(1), 20-30.
Parmajaya, I. P. G., & Gede, P. (2020). Seni sakral dan sekuler suatu problema dalam kehidupan sosial religius: perspektif yadnya umat hindu di Bali. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3(1), 59-76.
Piartha, I. N. (2024). Dharmagita Dalam Pelaksanaan Upacara Yajña Di Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. JURNAL PENELITIAN AGAMA HINDU: Jayapangus Press, 8(4), 434-447.
Sahlan, A., & Mulyono, M. (2012). Pengaruh Islam Terhadap Perkembangan Budaya Jawa: Tembang Macapat. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 14(1), 101-114.
Sudarsana, I. K., & Arwani, G. (2018). Internalisasi pendidikan karakter melalui pelaksanaan Dharmagita pada Sekaa Teruna. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 1(1), 1-18.
Published
2026-03-31
How to Cite
Hariyadi, B. (2026). IMPLEMENTASI DHARMA GITA JAWA DALAM PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI JAWA DWIPA KLATEN JAWA TENGAH . Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 31(1), 93-103. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v31i1.367
Section
Articles