NILAI TAT TWAM ASI SEBAGAI FONDASI MEMPERKUAT TOLERANSI

Authors

  • Titin Sutarti Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa Klaten

DOI:

https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.146

Keywords:

Tat Twam Asi, Pendidikan Karakter, Toleransi.

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu fondasi utama dalam pembentukan kepribadian peserta didik, dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikultural. Tantangan sosial berupa menurunnya sensitivitas sosial di kalangan generasi muda menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek moral normatif, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual keagamaan. Dalam ajaran Hindu, salah satu nilai luhur yang memiliki relevansi kuat terhadap pembentukan karakter toleran adalah Tat Twam Asi, yang secara filosofis dimaknai sebagai kesadaran bahwa diri sendiri dan orang lain memiliki hakikat yang sama. Nilai ini menekankan pentingnya empati, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat sesama, serta kesadaran akan persaudaraan sebagai landasan kehidupan bersama. Toleransi merupakan sikap menghormati, menerima, dan menghargai keberagaman yang ada dalam masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama, suku, budaya, bahasa, maupun perbedaan pandangan, serta diwujudkan dalam kemampuan hidup berdampingan secara damai tanpa diskriminasi dan prasangka.

Internalisasi nilai Tat Twam Asi dalam pendidikan karakter sebagai upaya untuk memperkuat sikap toleransi peserta didik menunjukkan bahwa nilai Tat Twam Asi memiliki kontribusi dalam membentuk karakter toleran melalui penguatan empati, kepedulian sosial, penghormatan terhadap keberagaman, dan kemampuan hidup berdampingan secara harmonis. Internalisasi nilai ini dapat dilakukan secara sistematis melalui integrasi dalam pembelajaran, keteladanan, pembiasaan dalam interaksi sosial, penciptaan budaya sekolah yang inklusif, serta kegiatan reflektif yang mendorong peserta didik memahami kesatuan hakikat kemanusiaan. Proses internalisasi yang berkelanjutan memungkinkan nilai Tat Twam Asi tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati secara afektif dan diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari. Nilai Tat Twam Asi memiliki relevansi strategis sebagai landasan pendidikan karakter berbasis nilai Hindu dalam membangun generasi yang toleran, humanis, dan berkepribadian luhur.

References

Budiadnya, P. (2019). Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi sebagai konsep keharmonisan dan kerukunan. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 23(2). https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v23i2.38

Haryanti, N. D., Ratnasari, Y., & Riswari, L. A. (2023). Strategi penanaman karakter toleransi pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 1167–1175. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.5014

Kajeng, I Nyoman Dkk. 2009. Sarasamuccaya, Surabaya: Pāramita.

Kamal, K. A. (2023). Implementasi sikap toleransi siswa di sekolah dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 8(1), 52–63. https://doi.org/10.22437/gentala.v8i1.21938

Lawe, I. G. A. R., Irfansyah, I., & Ahmad, H. A. (2020). Animasi sebagai media pendidikan karakter berbasis Tri Kaya Parisudha untuk anak-anak. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 205–214. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.975

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lickona, T. (2013). Character Matters. Persoalan Karakter. Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang Baik, Integritas, dan Kebajikan Penting Lainnya. Jakarta: Bumi Aksara

Maswinara. I Wayan (2008). Bhagawad Gita. Surabaya: Paramita

Tim Penyusun (2007). Pedoman Kerukunan Umat Beragama Hindu. Jakarta Selatan: Mitra Abadi Press

Sakban, A. Hafsah (2018). Multikultural & Keberagaman Sosial. Yogyakarta: Deepublish

Published

2026-06-14

How to Cite

Sutarti, T. . (2026). NILAI TAT TWAM ASI SEBAGAI FONDASI MEMPERKUAT TOLERANSI. Jawa Dwipa, 7(1), 89-97. https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.146

Issue

Section

Articles