FESTIVAL OGOH-OGOH: REPRESENTASI SENI DAN TRADISI MENYAMBUT NYEPI DI BALI

Authors

  • Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari Ria Sari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Ketut Tanu Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.130

Keywords:

Kata kunci: Festival Ogoh-Ogoh, Seni dan tradisi, Nyepi , Bali

Abstract

Kebudayaan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas sekaligus sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi. Salah satu bentuk implementasi kebudayaan yang masih lestari di Bali adalah tradisi ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya, sosial, dan religius dalam tradisi ogoh-ogoh, serta menganalisis peran generasi muda, perkembangan festival ogoh-ogoh di era modern, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh mengandung nilai religius sebagai simbol penetralisir unsur negatif (bhuta kala), nilai sosial melalui penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat, serta nilai estetika sebagai ekspresi seni rupa tradisional. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelaku, inovator, dan promotor budaya dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Dalam perkembangannya, festival ogoh-ogoh mengalami transformasi menjadi atraksi budaya yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tanpa menghilangkan esensi nilai tradisionalnya.

Selain memberikan dampak positif berupa peningkatan kohesi sosial dan peluang ekonomi masyarakat, festival ogoh-ogoh juga menghadirkan tantangan, terutama terkait potensi komodifikasi budaya dan pergeseran nilai sakral menjadi profan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatannya dalam pembangunan.

Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta penggerak dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Bali di era modern.

 

Kata kunci: Festival Ogoh-Ogoh, Seni dan tradisi, Nyepi , Bali

 

 

 

References

Ardika, I Wayan. (2018). Pariwisata Budaya Bali: Perspektif dan Pengembangan. Denpasar: Udayana University Press.

Ardika, I Wayan. (2020). Melasti dalam Tradisi Hindu Bali. Denpasar: Pustaka Bali.

Bandem, I Made. (2013). Seni Pertunjukan Bali. Denpasar: STSI Press.

Dewi, N. K. (2022). Perkembangan Ogoh-Ogoh dalam Perspektif Seni Kontemporer. Jurnal Pendidikan Seni, 14(2), 123–135.

Iskandar. (2020). Pembangunan Kebudayaan dan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 5(1), 45–56.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Strategi Pemajuan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Kemendikbud.

Koentjaraningrat. (2003). Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Piliang, Y. A. (2019). Hipersemiotika dan Budaya Visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Pitana, I Gede. (2021). Dinamika Pariwisata Bali. Denpasar: Udayana Press.

Putra, I Nyoman. (2020). Peran Budaya Lokal dalam Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pariwisata, 10(2), 78–90.

Putra, I Wayan. (2021). Makna Filosofis Melasti dalam Perspektif Tri Hita Karana. Jurnal Kajian Bali, 11(1), 33–47.

Sedyawati, Edi. (2014). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sudarsana, I Ketut. (2018). Ajaran Agama Hindu dalam Kehidupan Sehari-hari. Denpasar: Pustaka Bali.

Sugihartati, Rahma. (2021). Budaya Populer dan Dinamika Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 67–80.

Sura, I Gede. (2010). Upacara Bhuta Yadnya di Bali. Denpasar: Pustaka Bali.

Suryawan, I Ngurah. (2019). Partisipasi Pemuda dalam Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Kajian Bali, 9(2), 201–215.

Titib, I Made. (2003). Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. (2004). Makna Hari Raya Nyepi. Surabaya: Paramita.

Wijaya, I Made. (2021). Digitalisasi Budaya Lokal dalam Media Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 55–68.

Published

2026-06-14

How to Cite

Ria Sari, N. M. A. E. T. R. S., & Tanu, I. K. (2026). FESTIVAL OGOH-OGOH: REPRESENTASI SENI DAN TRADISI MENYAMBUT NYEPI DI BALI. Jawa Dwipa, 7(1), 40-55. https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.130

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)