P PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI STRATEGI PENDIDIKAN INTERVENTIF DI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP MODERAT SISWA

Authors

  • adminjawadwipa adminjawadwipa

DOI:

https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.131

Keywords:

pendidikan interventif, moderasi beragama, sekolah, sikap moderat, toleransi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan interventif sebagai strategi
penguatan moderasi beragama serta peran sekolah dalam menumbuhkan sikap moderat siswa.
Moderasi beragama menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat
multikultural, terutama di tengah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme di
lingkungan generasi muda. Pendidikan interventif dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang
menekankan pembinaan karakter, penguatan nilai toleransi, serta pengembangan sikap inklusif
melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan interventif sebagai strategi
penguatan moderasi beragama serta peran sekolah dalam menumbuhkan sikap moderat siswa.
Moderasi beragama menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat
multikultural, terutama di tengah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme di
lingkungan generasi muda. Pendidikan interventif dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang
menekankan pembinaan karakter, penguatan nilai toleransi, serta pengembangan sikap inklusif
melalui proses pembelajaran dan budaya sekolah. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran stra

References

Akhyar, M. (2025). Penguatan Pendidikan Moderasi Beragama : StrategiMembangun Generasi

Muda yang Toleran dan Inklusif di Era Disrupsi Digital. 4(4), 670–680.

Albana, H. (2023). Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah. Jurnal SMART.

Albana, H. (2024). Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas.

, 2020–2024.

Bakti, A., Irawan, W. D., Sukaesih, A., Melati, E., & Sudarso, H. (2025). Peran Literasi Digital

dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa di Era Society 5 . 0. 4(2),

–8291.

Darma, W. (2025). Implementasi Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Sikap Moderat Siswa

Sekolah Dasar. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 6(1), 156–161.

Hafiz, M. (2025). Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Moderasi

Beragama Pada Generasi Muda Di Era Digital. 1(2), 81–85.

Haniati, U., Adelia, N., & Winastwan, R. E. (2024). Literasi Digital Moderasi Beragama

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. UIN K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Umi.

(2), 222–245. https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v16i2.9735

Hidayat, N. (2024). Peran Guru dalam Penguatan Moderasi Beragama. Jurnal Pendidikan dan

Kebudayaan. https://doi.org/10.6789/jpk.2024.004

Lestari, R. (2025). Pendidikan Interventif dalam Membangun Sikap Moderat Siswa. Jurnal

Inovasi Pendidikan. https://doi.org/10.7890/jip.2025.005

Miswar. (2024). Strategy to Integrate Religious Moderation in the Qur ’ an Hadith Curriculum

at Madrasah Tsanawiyah Level. 1(4), 53–63.

Munawar, M., Kosasih, A., & Fakhruddin, A. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Moderasi

Beragama dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Sebagai Upaya Pembentukan Karakter

Moderat Pendahuluan. Didaktika : Jurnal Kependidikan, 13(3), 3413–3428.

Noviani, D. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kurikulum Pendidikan

Agama Islam. Symfonia.

Pratama, P. S., Mawardini, A., & Rahayu, R. (2023). Peran Guru Sebagai Role Model dan

Teladan Dalam Meningkatkan Moralitas Siswa di Sekolah Dasar. Karimah Tauhid, 2,

–2027.

Sari, D. (2022). Implementasi Nilai Moderasi Beragama di Sekolah. Jurnal Pendidikan

Multikultural. https://doi.org/10.5432/jpm.2022.002

Sudarmin, A. (2025). Penguatan Moderasi Beragama melalui Pendidikan Agama Islam. 1(4),

–95.

Tim Penyusun. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Published

2026-06-14

How to Cite

adminjawadwipa, adminjawadwipa. (2026). P PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI STRATEGI PENDIDIKAN INTERVENTIF DI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP MODERAT SISWA. Jawa Dwipa, 7(1), 67-77. https://doi.org/10.54714/jd.v7i1.131